It Takes Two to Tango Part. 2
“Truth is I can’t stand you sometimes” | “Truth is that is my goal”
“You think you can get rid of me, don’t you?” | “You think you can keep me, don’t you?”
“Just remember, I love you” | “Just remember, I don’t care”
Just like a chess match. When you move, I move. Dear stranger.
(via thingssheloves)
See our future traces, don’t you?
(via thingssheloves)
“Truth is I can’t stand you sometimes” | “Truth is that is my goal”
“You think you can get rid of me, don’t you?” | “You think you can keep me, don’t you?”
“Just remember, I love you” | “Just remember, I don’t care”
(via thingssheloves)
“I think somebody is running away from something” | “Why can’t it just be that I’m running away from you?”
“Go ahead and run from me again. Just know that I’ll fight forever just to keep you close” | “Go ahead and try me. Let’s see how long you’re gonna stand”
“How bout you giving up to let go?” | “How bout you giving up on me?”
“I have a huge ego. I’m an ego man” | “So do I. I’m that whining psychotic ego maniac bitch”
“Well, I am a man and this man is a keeper” | “Well, I am a bird and this bird’s got to fly”
In the morning I fled
Left a note and it read
Someday you will be loved.
I cannot pretend that I felt any regret
Cause each broken heart will eventually mend
As the blood runs red down the needle and thread
Someday you will be loved
You’ll be loved you’ll be loved
Like you never have known
And the memories of me
Will seem more like bad dreams
Just a series of blurs
Like I never occurred
Someday you will be loved
You may feel alone when you’re falling asleep
And everytime tears roll down your cheeks
But I know your heart belongs to someone you’ve yet to meet
Someday you will be loved
Death Cab For Cutie
This is the second and perhaps the final letter I’ll ever wrote to you.
Tidakkah kamu lelah? Dengan semua kerumitan, kekacauan dan ketidakjelasan ini. Saya. Kamu. Kita. Dan semua yang ada di antaranya.
Telah lama saya merenungkan ini semua. Berpikir tentang apa yang sedang terjadi. Tentang batas. Jurang pemisah yang terlalu lebar dan dalam, yang tidak mungkin kita lalui. Tidak ingin saya lewati. Tentang saya yang terus membangun tembok dan mengunci diri. Tentang kamu yang terus muncul dan datang kembali. Tentang kita yang seperti terus dipertemukan. Kita yang seolah-olah terus dipersatukan.
Takdir kah? Mungkin.
Mungkin kamu dan saya memang sudah ditakdirkan untuk bertemu. Menghabiskan waktu bersama. Entah sampai kapan. Saling menyentuh hidup satu sama lain. Seperti yang mereka bilang, kita tidak bisa memilih siapa-siapa saja yang akan kita temui dalam hidup kita. Dan bahwa orang-orang yang kita temui itu ada untuk memberikan pelajaran yang berbeda-beda. Supaya kita bisa menjadi kita yang sekarang ini. Supaya kita berada di tempat seharusnya kita berada.
Kamu, the kindhearted emotional one, mengajarkan kepada saya bagaimana cara merasa dan menggunakan potensi hati. Saya, the coldhearted rational one, mengajarkan kamu bagaimana cara bertindak dan berpikir secara rasional, memanfaatkan logika. We complete each other. It’s true.
Saya juga tidak akan menyangkal fakta bahwa saya merasa nyaman. Bahwa saya bisa merasa bebas menjadi diri sendiri. Mengatakan apa yang ingin saya katakan. Melakukan apa yang ingin saya lakukan. Tanpa perlu berusaha keras. Tanpa perlu khawatir bagaimana kamu akan melihatnya atau menanggapinya. Just be myself. Dan saya rasa kamu juga merasakan hal yang sama. Kita sama-sama bisa menjadi diri kita masing-masing. Jujur.
Seperti sahabat baik. Seperti yang kamu katakan.
Kamu telah membuat saya merasa begitu diinginkan. Begitu dibutuhkan. Begitu dicintai?. Seakan-akan saya begitu penting. Begitu berarti. Seakan-akan kamu tidak bisa hidup tanpa saya. Seakan-akan kamu tidak ada artinya tanpa saya. Seperti lagu-lagu yang sengaja kamu putar begitu saya duduk di sebelahmu, di dalam mobil, pada pertemuan kembali kita malam itu. Need You Now. No Air. You Give Me Something. You Make It Real. Beautiful Girl. Apakah saya benar? Apakah itu semua pernyataan untuk saya?
Dan ya, saya menikmatinya. Saya menikmati peran yang kamu posisikan untuk saya mainkan dalam hidup kamu. Saya menikmati bagaimana kamu selalu mendengarkan saya. Bagaimana kemudian kita berargumen dan kamu akhirnya menyetujui pendapat saya (atau sengaja mengalah). Bagaimana kamu lantas mengaplikasikan sebagian besar saran saya pada cara kamu menjalani hidup. Kamu telah menempatkan saya sebagai penasihat di hampir setiap keputusan-keputusan penting yang harus kamu buat. Atau jalan yang harus kamu pilih. Dan akibatnya kamu, sadar atau tidak, telah membangun duniamu menurut selera saya. Kamu telah menjalani hidupmu mengikuti keinginan saya. Kamu telah menjadikan saya titik pusat semesta kamu di mana kamu berputar mengelilinginya. Entah sadar atau tidak.
Sebagian salah saya juga. Kadang saya yang tidak bisa menahan diri. Tidak bisa membiarkan kamu begitu saja. Merasa bersalah karena tidak bisa ada untuk kamu. Secara signifikan, kamu juga telah menjadi penting buat saya. Dan saya telah menjadi begitu peduli. Benar-benar peduli. Saya ingin kamu baik-baik saja. Dan di atas semuanya, saya ingin kamu bahagia.
Tapi masalahnya, saya entah kenapa tidak secara otomatis melakukan timbal balik ke kamu. Saya tidak lari ke kamu ketika saya merasa sedih, gundah atau bahagia. Kamu tidak menjadi orang pertama yang ingin saya beritahu. Saya tidak menjadikan kamu titik pusat semesta saya. Saya masih membangun dunia saya berdasarkan selera saya. Saya masih menjalani hidup saya sesuai keinginan saya. Saya masih tidak menyertakan kamu dalam bayangan masa depan saya. You’re not the one I’m running to. You’re not the one I’d like to coming home to.
Padahal harusnya iya kan?
Kalau kamu memang pria dari masa depan saya. Kalau kamu memang orang yang saya cari untuk mendampingi saya dalam menjalani hidup ke depannya. Kalau saya ternyata memang sudah jatuh cinta.
Harusnya iya kan?
And I’ve told you to be happy. I’ve told you to be wise. I’ve told you to be better.
(And I’ve told you to let go)
- Pesan saya di hari ulang tahunmu -
In the end, you just gotta pick your happiness
(via thingssheloves)